Wednesday, December 19, 2007
Saya (jadi) Ingin Pergi Haji
Bagi yang niat ingin pergi haji, mungkin harus menguatkannya dengan siap2 dari saat ini, dari diri sendiri, dari segala arah, jangan hanya berharap/nungguin undangan Alloh datang aja :)
Sok siapa yang mau duluan ?! Nanti tolong kuatkan niat saya ya dengan ikut mendoakan saya disana, agar saya juga bisa berkesempatan kesana. Amin.
*Duh kangen.com*
----- Original Message -----
From: Fauzie Abdullah
Sent: Tuesday, December 18, 2007 4:55 PM
--
Assalaamu 'alaikum wr. wb.
Sekitar sebulan yang lalu saya Alhamdulillah berkesempatan menghadiri Walimatus safar bibi saya yang insyaAllah akan berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini. Walimatus safar itu semacam acara yang diadakan untuk melepas seseorang yang akan melaksanakan ibada haji. Di dalamnya ada taushiyah (ceramah) haji, permohonan maaf (dari yang akan menunaikan ibadah haji), doa, silaturahmi dan makan-makan. Sebelumnya, saya tidak terlalu paham hikmah dan manfaat dari walimatus safar ini. Karena sejauh yang saya tahu, Rasulullah tidak mencontohkannya (CMIIW-Koreksi ya kalo salah). Tapi setelah kemarin ikut ini, saya merasakan banyak manfaat dari acara ini. Dan ujung-ujungnya.. saya jadi ingin pergi haji.. Amin
Pada tulisan ini, saya ingin me-resumekan apa yang disampaikan oleh Pak Ustadz dalam taushiyahnya. Inilah taushiyah yang membuat saya (jadi) ingin pergi haji. Ingin dalam arti bertekad untuk segera menunaikannya. InsyaAllah bermanfaat buat kita semua.“Naik haji itu sangat erat berkaitan dengan kekuatan niat, kerinduan dan tekad. Banyak kisah tentang orang yang tidak mampu secara finansial, tapi Allah mengundangnya ke Baitullah. Banyak juga diantara kita yang mampu secara finansial, tetapi tidak jua melakukannya. Adalah rahasia Allah menentukan apakah kita layak diundang olehNya atau tidak. Nah, tugas kita adalah menguatkan niat, kerinduan dan tekad tersebut agar Allah berkenan mengundang kita. Bagaimana caranya?
1. Perbanyak Doa kepada Allah SWTDoa adalah cermin dari keinginan yang kuat. Kita meminta kepada Allah SWT karena Dia lah Yang Berwenang untuk mengundang seseorang ke Baitullah. Seberapa banyak keinginan kita pergi haji bisa dilihat dari doa kita, apakah kita pernah atau sering berdoa meminta kepada Allah untuk (pergi haji) ini atau tidak.
2. Kuasai Manasik HajiJika kita sudah maksimal berdoa, mari dorong juga dengan kesiapan ilmu tentang haji. Ini tentu saja akan membuktikan kesungguhan doa kita dihadapan Allah. Bukankah kita minta kepada Allah agar ketika kita sekali pergi haji, langsung mendapat haji mabrur? Nah itu dimulai dari penguasaan ilmu ibadah haji.
3. Buka Tabungan HajiBuat yang jauh dari Arab Saudi, pasti biaya haji jadi besar. Wajar jika anda yang punya penghasilan pas-pasan, tidak bisa langsung punya uang full untuk naik haji. Oleh karena itu, kita perlu mencicil dengan membuka tabungan haji. Ini juga sebagai bukti kesungguhan doa dan tekad kita (di hadapan Allah). Jika sudah punya tabungan haji, rutinlah mengisi sedikit demi sedikit. Sehingga pada saatnya nanti Allah mengundang kita, Dia akan menggenapkan tabungan kita dari arah yang (sering) tidak disangka-sangka.
4. Perbanyak mengikuti walimatus safarPerbanyak mengikut walimatus safar dalam rangka: satu, membuktikan keinginan dan tekad kita (dihadapan Allah SWT); dua, meminta doa dari yang akan pergi haji (terutama minta didoakan ketika berada di tempat-tempat mustajab doa); tiga, mendengarkan kisah-kisah perjalanan haji insyaAllah menguatkan tekad kita; empat, mendapatkan tips-tips ibadah haji yang nyaman; empat, mengenal medan haji yang katanya sangat menguji fisik.
5. Perbanyak mendengar pengalaman ibadah hajiIni sangat penting untuk menguatkan tekad kita. Bukankah ada hadits nabi yang mengatakan: “Kawan pendamping yang sholeh ibarat penjual minyak wangi. Bila dia tidak memberimu minyak wangi, kamu akan mencium keharumannya. Sedangkan kawan pendamping yang buruk ibarat tukang pandai besi. Bila kamu tidak terjilat apinya, kamu akan terkena asapnya. (HR. Bukhari)”
6. Lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan ibadahJika kita dekat dengan Allah, tentu Allah juga dekat dengan kita, dan tidak sungkan-sungkan untuk mengabulkan keinginan kita.“Demikian kira-kira tips-tips yang diberikan oleh Pak Ustadz untuk kita menguatkan niat, kerinduan dan tekad tersebut agar Allah berkenan mengundang kita menunaikan ibadah haji.
Satu lagi pesan beliau, ibadah haji itu menuntut kekuatan fisik yang prima. Oleh karena itu, agar kita bisa maksimal beribadah, ibadah haji ini disarankan dilakukan di sebelum tua, yaitu ketika fisik kita masih kuat.
Wallahu a’lam bish-shawab. Semoga bermanfaat.Teriring doa.. Ya Allah, semoga hambamu ini, beserta orang tua dan keluarga, ini bisa menunaikan ibadah haji tahun depan. Amin
Wassalaamu 'alaikum wr. wb.
Fauzie Abdullah 0817-121515 YM: fozzix
Thursday, December 6, 2007
These Are Days of Our Lifes (from Queen)
I was back in the old days - long ago
When we were kids, when we were young
Things seemed so perfect - you know
The days were endless, we were crazy - we were young
The sun was always shinin' - we just lived for fun
Sometimes it seems like lately - I just don't know
The rest of my life's been - just a show
Those were the days of our lives
The bad things in life were so few
Those days are all gone now but one thing is true -
When I look and I find, I still love you
You can't turn back the clock, you can't turn back the tideAin't that a shameI'd like to go back one time on a roller coaster rideWhen life was just a gameNo use sitting and thinkin' on what you didWhen you can lay back and enjoy it through your kidsSometimes it seems like lately I just don't knowBetter sit back and go - with the flowCos these are the days of our livesThey've flown in the swiftness of timeThese days are all gone now but some things remainWhen I look and I find - no changeThose were the days of our livesThe bad things in life were so fewThose days are all gone now but one thing's still true -When I look and I find, I still love youI still love you
Friday, October 26, 2007
Dari semalam sampe tadi pagi ada 4 celetukan dan komentar Ade yang bikin aku tersungging-sungging.
1. Semalam aku menempelkan kertas ”JUAL SUSU NACO” di tembok teras depan. Eh FYI ya, aku sekarang jadi member Susu NACO IGG Plus lho, kalo mau beli lewat aku ya hehehe Pas Ade ke depan rumah dia bilang, ”Siapa yang menempel kertas itu ?! merusak pemandangan aja!” hahaha Aku berusaha menjelaskan ”De, Mama kan sekarang punya usaha jualan susu NACO, itu adalah salah satu usaha dalam menjemput rejeki dari Alloh, semoga hasilnya jadi berkah untuk keluarga kita, kan untuk Ade dan seluruh keluarga juga kalo dapat menguntungkan, Mama minta Ade juga ikut mendukung usaha Mama. Doain Mama ya !” Akhirnya Ade berkomentar lagi, ”tapi Ma, susu Naco di rumah kita itu kan hanya tinggal sedikit” aku ketawa lagi, ”Ya gampang, nanti kalo ada yang mau beli tinggal pesen sama Bu Haji temen Mama itu”.
2. Ketika aku pulang kantor, De Isal mengeluh kalo dia mual. Setelah kuselidiki ternyata hari ini dia sama sekali belum BAB, jadi mungkin kembung. Wah mungkin Ade susah BAB, duhhh Ade kan paling susah makan sayur dan buah. Akhirnya aku kasih obat mual dari dokter. Ehhh ketika aku di kamar, di luar Papa, Mas, Mba terdengar pada ketawa, ternyata mereka ingin ketawa dengan celetukan Ade, katanya,”Mba menghamili aku, makanya aku mual-mual”. Ha ???!!!!
3. Tadi pagi sehabis mandi Mas kan pake shower. Ketika Ade masuk kamar mandi dia bertanya ”Ma, siapa sich yang mandinya pake shower ?”
”Mas, kenapa emang de ?!”
"Ini ga dimatiin trus ngga digantung lagi di atas, lihat aja oleh Mama”
”Ohhh ya sudah maaf, kalo gitu tolong donk Ade matiin dan gantungin lagi”
”Ngga mau ah, itu kan tanggung jawab Mas, harusnya Mama bilanginnya ke Mas”
4. Ketika aku masuk kamar mandi ketika Ade sedang mandi, dia nyeletuk. ”Ma, kayaknya lebih baik ga usah memakai tas putih itu dech” Memang tadi pagi aku memutuskan berganti tas, karena aku bawa payung baru stock di rumah yang ternyata cukup panjang, karena payungku yang lipat 3 sudah jelek sudah patah. Memangnya kenapa De ?” tanyaku. ”Kan kalo putih itu cepet kotor Ma”. ”Oh iya ya De” Duhhh Ya Alloh si kecilku ini semakin hari semakin menggemaskan saja.
Saturday, October 13, 2007
Idul Fitri tlah tiba. Allohu Akbar Allohu Akbar Laa illaahaillallohu Allohu Akbar
Ya Alloh hari ini kami bersujud pada-Mu memanjat syukur karena sebulan kami berpuasa Ramadhan dan hari ini adalah hari kemenangan yang Engkau janjikan untuk kami. Mudah-mudahan kemenangan itu memang untuk kami dan semoga kami tetap menang di esok hari.
Ya Alloh, kami sebagai orang tua juga bersyukur, anakku yang kecil, Ade Isal, yang baru 7 tahun ternyata mampu menamatkan puasa ramadhannya tahun ini dengan baik. Tidak bocor seharipun, tidak ada resah, rewel anak kecil yang minta buka puasa. Ahhh kami bersyukur Engkau memberikan anak-anak yang sholeh kepada kami. Walopun Mas sempet bocor 1 hari karena Mas sakit radang tenggorokan, mungkin karena makan yang manis-manis terus lalu minum-minum yang dingin ketika berbuka.
Ya Alloh jika Engkau telah memberikan anak-anak yang sholeh kepada kami. Berilah kami kesempatan untuk bisa menjadi orang tua yang terbaik juga untuk mereka. Berikan kesempatan kepada kami untuk bisa menjaga amanah-Mu dengan sebaik-baiknya. Kami bersyukur kepada-Mu atas segala yang telah Engkau berikan kepada kami sekeluarga. Dan jadikan kami menjadi umat-Mu yang senantiasa ikhlas dan tawakal.
Thursday, August 30, 2007
Surga sudah M. Razan Santosa peruntukkan untuk Abi dan Uminya
Setelah sholat tahajud, suamiku malah ambil celana panjang dan jaket, dia bilang mau keluar, ke rumah Pak Agung. ”Lho, emang Pak RT lagi di sana ?! ada siapa saja” Terdengar suamiku telpon Pak RT. ”Pak RT di rumah Pak Agung dengan Pak Rudi”. Ketika mengantarkan suamiku keluar rumah terlihat Bu RT dan Bu Rudi mengetuk rumah Bu Erna di depan rumahku. Akhirnya aku jadi ikut bergabung ke rumah Bu Agung.
M. Razan Santosa, nama anak Bu Agung yang baru lahir hari Selasa 27 Agustus, katanya prematur, karena usia kandungan baru 7 bulan, tetapi Bu Agung udah mules-mules dan dibawa ke RSUD Cibinong, tetapi karena tidak ada inkubator, maka dirujuk ke RS lain, yang ternyata pada penuh, dan akhirnya ke Graha Medika di Jl. Raya Bogor Cisalak - Depok. Paru-paru si bayi belum terbentuk sempurna, dia hanya memakan nutrisi yang diberikan melalui selang lewat mulut dan hidungnya. Astagfirulloh ya Alloh, anak sekecil itu sudah harus menderita begitu, lindungi dia Ya Alloh.
Jam 2 pagi, ambulance yang membawa si bayi almarhum tiba, almarhum digendong bapaknya. Trus kami beberapa ibu berusaha membuka kain yang menutupi badannya yang begitu kecil, ketika terbuka wajahna, ya Allohhhh aku ingin menangis, lucu sekali, putih (mungkin ini karena sudah menjadi mayat jadi pucat) lalu jidat pipi dan badannnya dipenuhi bulu-bulu halus. Jadi ingat De Isal waktu baru lahir, kulihat bulunya begitu banyak di tubuh dan wajahnya dan aku senang sekali mengelus-ngelusnya. Ya Alloh.... mungkin ibunya belum sempat mengelusnya tetapi Razan sudah harus pergi kembali kepada-Mu Ya Alloh.
Ampuni bayi itu. Ahhh sorga sudah dia peruntukkan untuk orang tuanya. Amin semoga.
Monday, June 18, 2007
Arsitek kecilku, muahhhh
Kemarin dia nawarin papanya, ”Pa, mau digambarin rumah ga ?!”
Trus dia wawancara papanya ”Papa maunya kamarnya berapa ?!”
”Kamar mandinya mau di dalam atau di luar kamar ?!” trus sambil corat coret dia menasihati papanya
”Kamar mandi itu bagusnya paling sedikit 2, biar ga tunggu-tungguan!” hehehe inget di rumah sendiri kali, ”warning pagi” itu sukanya bersamaan dan yang jadi favorit kamar mandi di kamar mamanya, akhirnya kita ber-4 suka ngetek-ngetekan atau dulu-duluan hihihi.
”ruang makan itu harus dekat dengan dapur, dekat dengan ruang keluarga juga, TV-nya pake yang tipis aja biar ga ngabisin ruangan, trus di depan TV itu bagusnya digelar karpet, koq di rumah kita ga gelar karpet sich ?!” hehehe iya kami sukanya gelar kasur malah hehehe
”Kamar pembantu itu juga biasanya dekat dengan dapur dan jemuran”.
”Papa maunya mobilnya merek apa ?!”
FYI ya, anakku ini hapal bener merek-merek mobil, apalagi mobil2 yang mahal, selintas aja dia udah teriak "Ma, itu Jaguar !!" padahal mobil itu udah melesat jauhhh
Thursday, April 5, 2007
Lucunya anakku
Aku tersenyum-senyum lihat Ade megal megol berusaha mengembalikan balon yang dijadikan bola dalam permainan vollynya bersama Mas. Merasa di lihatin terus, ketika lagi istirahat, Ade nyelak ”Kenapa sich Mama lihatin Ade terus ?! Naksir ya ?!”
Hah ?! Aku, suamiku, Mas dan Mba tertawa terpingkal-pingkal mendengarnya.
”Iya, Mama naksir Ade. Ade naksir Mama ngga ?!”
”Ngga boleh. Mama kan udah punya Papa”
”Lho kenapa memangnya ?!”
”Kalo Mama naksir Ade, berarti Mama harus berpisah dulu sama Papa, harus bercerai dulu”
”Lho, Mama kan naksir Ade karena Mama sayang”
”Pokoknya Mama ga boleh naksir Ade. Kan ga bisa punya suami dua”
”Lho, kalo Mama naksir bukan berarti Mama mau jadi istrinya Ade. Kan Ade anak Mama, ga boleh donk nikah sama anak sendiri”
Mmhhh brarti Ade dah ngerti bahwa cewek ga bisa punya suami 2 (poliandri). Hehehe ada-ada aja.
Dan sekarang, kalo kami (Aku, Papa, Mas, dan juga Mba) ciumin Ade, kalo kami lihatin dia terus, eh celetukannya selalu ”Naksir ya ?!” Welehhh Ade ini memang sinetron banget dech.
Trus, sekarang Mbanya diledekin terus. Kemarin anak 2 itu melaporkan bahwa sekarang Mbanya sudah punya pacar.
”Lho koq tahu kalo Mba punya pacar dari mana?!” Aku sengaja ngomongin ini di depan Mba.
”Kan aku pinjem HP Mba, eh ada SMS isinya sayangggggggg”Si Mba cuman ketawa ketiwi, akhirnya aku nasihatin Mba, agar hati2 kalo pacaran, jangan sampe berbuat yang tidak-tidak, agar diingat bahwa saat ini Mba tinggal di rumah Ibu jadi tentunya menjadi tanggung jawab Ibu. Jangan sampe memberi kesempatan cowok siapapun masuk ke rumah jika tidak ada siapa-siapa, karena kalo yang namanya syetan itu datangnya tiba-tiba.
Monday, March 5, 2007
Surat Cinta
Ga tahu siapa yang nulis tp email itu dr :
From: purwaka sigit
Sent: Saturday, March 03, 2007 12:07 PM
Surat Cinta
Suami saya adalah seorang yang sederhana, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di perasaan saya, ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.
Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.
Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus.Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen.Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan.
Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.
Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian.
"Mengapa?", tanya suami saya dengan terkejut."Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan," jawab saya.
Suami saya terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.
Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya?
Dan akhirnya suami saya bertanya, "Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiran kamu?"
Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan,"Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam perasaan saya, saya akan merubah pikiran saya :
"Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yg ada di tebing gunung.Kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati.Apakah kamu akan memetik bunga itu untuk saya?"
Dia termenung dan akhirnya berkata, "Saya akan memberikan jawabannya besok."
Perasaan saya langsung gundah mendengar responnya.
Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-oretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan ......
"Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya."
Kalimat pertama ini menghancurkan perasaan saya.
Saya melanjutkan untuk membacanya.
"Kamu selalu pegal-pegal pada waktu 'teman baik kamu' datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kaki kamu yang pegal."
"Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi 'aneh'.Saya harus membelikan sesuatu yang dapat menghibur kamu di rumah atau meminjamkan lidah saya untuk menceritakan hal-hal lucu yang saya alami."
"Kamu selalu terlalu dekat menonton televisi, terlalu dekat membaca buku, dan itu tidak baik untuk kesehatan mata kamu. Saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kuku kamu dan mencabuti uban kamu."
"Tangan saya akan memegang tangan kamu, membimbing kamu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajah kamu."
"Tetapi Sayang, saya tidak akan mengambil bunga indah yang ada di tebing gunung itu hanya untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air mata kamu mengalir.
"Sayang, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintai kamu lebih dari saya mencintai kamu. Untuk itu Sayang, jika semua yang telah diberikan tangan saya, kaki saya, mata saya tidak cukup buat kamu, saya tidak bisa menahan kamu untuk mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakan kamu."
Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk terus membacanya.
"Dan sekarang, Sayang, kamu telah selesai membaca jawaban saya.
Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkan saya untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri di sana menunggu jawaban kamu."
"Jika kamu tidak puas dengan jawaban saya ini, Sayang, biarkan saya masuk untuk membereskan barang-barang saya, dan saya tidak akan mempersulit hidup kamu. Percayalah, bahagia saya adalah bila kamu bahagia."
Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaan saya.
Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintai saya.
Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari perasaan kita, karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu.
Karena cinta tidak selalu harus berwujud "bunga".
Friday, March 2, 2007
Menempatkan Prioritas
-----Original Message-----
From: resonansi_2002
Menempatkan Prioritas
"Many people fail in life, not for lack of ability or brains or even
courage but simply because they have never organized their energies
around a goal. – Banyak orang mengalami kegagalan, bukan karena
tidak mempunyai kemampuan maupun kecerdasan atau bahkan keberanian,
tetapi karena mereka tidak dapat mengorganisir energi mereka hanya
untuk mewujudkan tujuan yang ingin mereka capai."
Elbert Hubbard
Seorang profesor memasuki ruang kuliah sambil membawa ember
transparan berukuran sedang, batu-batu besar, kerikil, pasir dan
air. Kemudian profesor mata kuliah filosofi itu memasukkan batu-batu
besar ke dalam ember, satu per satu hingga ember itu penuh oleh batu- batu berukuran besar. Semua mahasiswa heran dan memperhatikan dengan
seksama.
Kemudian sang profesor mengajukan satu pertanyaan. "Apakah ember ini
sudah tidak dapat diisi lagi?" tanya profesor memecah keheningan.
Para mahasiswa serentak menjawab, "Ya. Masih bisa," meskipun mereka
melihat ember itu sudah penuh. Profesor itu tersenyum, lalu
menuangkan kerikil ke dalam ember itu hingga tak tersisa satu
kerikilpun di luar.
"Apakah kalian kira ember ini sudah tidak dapat diisi lagi?" tanya
profesor. Para mahasiswa agak bingung. Mereka ragu-ragu. Suara
mereka mulai terpecah. Sebagian mengatakan, "Tidak. Ember sudah
penuh!" Sementara yang lain mengatakan, "Masih bisa."
Jawaban mana yang benar akan terbukti setelah sang profesor
menuangkan pasir. Ternyata seluruh pasir dapat masuk ke dalam ember
itu, mengisi sela-sela batu besar dan kerikil. Profesor itu terus
menuangkan pasir hingga ember itu terlihat penuh sesak oleh batu,
kerikil dan pasir.
Para mahasiswa sudah dapat memastikan bahwa ember itu tidak akan
dapat diisi lagi. Maka ketika profesor bertanya, "Apakah masih bisa
diisi lagi?" Dengan kompak seluruh mahasiswa menjawab, "Tidak bisa."
Setelah mendengar jawaban para mahasiswanya, profesor itu menuangkan
air ke dalam ember hingga tak tersisa. Terbukti sudah bahwa jawaban
para mahasiswa tidak tepat, karena ternyata ember itu masih bisa
diisi dengan air.
Nilai filosofis yang ingin disampaikan oleh profesor itu adalah
manusia harus pandai menempatkan prioritas. Tempatkan impian-impian
yang besar sebagai prioritas utama (yang diibaratkan sebagai batu- batu besar). Jangan sibuk mencari dan menempatkan hal-hal yang kecil
(yang diibaratkan oleh kerikil, pasir dan air) terlebih dahulu,
karena menyebabkan kita tidak bisa mendapatkan impian yang besar
atau utama.
Kenyataan yang kita hadapi sehari-hari memang semua pekerjaan
mengklaim sebagai prioritas penting dan meminta perhatian ekstra.
Padahal dalam satu waktu kita dapat mengerjakan satu prioritas saja,
tidak bisa semuanya. Menempatkan prioritas dengan tepat memang
sangat sulit, meskipun setiap hari kita sudah sangat sibuk bekerja.
Sehingga memerlukan kecermatan untuk dapat memanajemen prioritas
yang sangat banyak.
Sebagaimana kita merasakan bahwa faktor-faktor yang sangat
mempengaruhi kehidupan kita adalah faktor kesehatan, keluarga,
keuangan, kemampuan, hubungan sosial, pekerjaan dan keimanan. Bila
kita bingung untuk memulai mengerjakan prioritas yang mana, maka
sebaiknya prioritaskan dulu kepada hal-hal yang berkenaan dengan
faktor-faktor tersebut. Prioritaskan masing-masing faktor tersebut
dalam kadar yang sama. Sebab bila kita mengabaikan salah satu
diantaranya, maka jalan kita menuju kesuksesan mungkin sedikit
terhambat.
Misalnya saja Anda memberikan kadar prioritas yang lebih besar
terhadap pekerjaan, melebihi kadar prioritas terhadap kesehatan,
keimanan, keluarga, hubungan sosial, dan lain sebagainya. Mungkin
kehidupan keluarga, hubungan sosial, spiritual, dan kesehatan akan
menjadi korbannya. Atau mungkin jika Anda kurang memprioritas diri
pada kondisi keuangan, maka kondisi prospek usaha Anda juga akan
mengalami degradasi.
Bila memang kita benar-benar harus memilih mana yang harus
diprioritaskan, maka sebaiknya prioritaskan pada kondisi spiritual
dan kesehatan diri sendiri terlebih dahulu. Bila kondisi kesehatan
dan keimanan kita prima, barulah kita dapat mengerjakan prioritas
yang lain. Karena dengan kondisi kesehatan dan keimanan yang memadai
akan menunjang upaya kita dalam menangani prioritas-prioritas yang
lain dengan lebih baik.
Langkah selanjutnya adalah menuliskan prioritas yang akan kita
kerjakan setiap hari. Sebagaimana sebuah pepatah bijak
menjelaskan, "An unfailing success plan: At each day's end, write
down the six most important things to do tomorrow; number them in
order of importance, and then do them. – Perencanaan Pencapaian
Kesuksesan: Setiap malam, tuliskan sedikitnya 6 hal penting untuk
dikerjakan besok; urutkan berdasarkan seberapa penting mereka, dan
laksanakan semua rencana itu."
Berikutnya bersikaplah konsisten untuk menyelesaikan prioritas yang
terpenting dan tetapkan batas waktu, meskipun mungkin akan terasa
kurang menyenangkan. Bersikap konsisten dalam mengerjakan prioritas
yang terpenting menjadikan kita semakin mengenal dunia dan tempat
dimana kita berada dan mendapatkan pengalaman baru yang lebih
menyenangkan. "Manusia yang paling pandai adalah yang benar-benar
mengerti akan hidup dimana ia ditempatkan," kata Hellen Keller.
Sehingga bersikap konsisten merupakan sinergi yang mempercepat dan
menghemat waktu dalam menyelesaikan prioritas-prioritas yang lain.
Langkah-langkah tersebut sebenarnya sangat sederhana, tetapi efektif
digunakan untuk menyelesaikan prioritas-prioritas yang sangat
banyak. Bila kita benar-benar dapat melaksanakan langkah-langkah
tersebut, maka kita akan dapat menyelesaikan lusinan top prioritas
tanpa kerja yang terlalu panjang, stres dengan jadwal yang padat,
ataupun panik. Sebaliknya, Anda bahkan akan mempunyai banyak waktu
untuk minum bir.
Sumber: Menempatkan Prioritas oleh Andrew Ho, penulis buku best
seller, pengusaha, dan motivator.
Thursday, February 15, 2007
Valentine Gift for Mom
Aku ga tahu kalo tas itu jadi gift valentine. Pulang kantor Mas bertanya "Mama udah masuk kamar belum?!" "Belum" sambil mikir ada kejutan apa nich. Tapi karena lapar aku makan dulu hehehe.
Pas masuk kamar wuihhh tasnya digantung di foto Mama dan Papa. Ada tulisannya "We love Mom". I love u too sons n papa. Thanks
Thursday, February 8, 2007
Janda
Kembali Ade mengeluarkan celetukan "aneh"nya. Seperti biasa aku dan Ade nonton TV sambil tiduran. Aku lagi suka nonton sinetron Wulan, hehehe hanya satu sinetron yang aku tonton bener setelah "Cincin", yang lain hanya cetak cetek numpang lewat aja.
"Ma, Wulan jadi Janda donk" celetuk Ade. Aku kembali terkaget-kaget "Memang Janda itu apa De?!" Lalu dengan wajah serius Ade menjelaskan "Janda itu kalo perempuan yang punya anak tetapi tidak punya suami". Aku bengong sejenak lalu berusaha meluruskan. "Iya betul sih, tapi yang sebenarnya, Janda itu perempuan yang sudah nikah apakah nanti punya anak atau tidak, tetapi tidak punya suami lagi, apakah karena suaminya meninggal ataupun karena mereka berpisah".
Untung Ade ga meneruskan pembicaraannya lagi dengan nanya "kenapa berpisah?!" karena tukang roti diluar lewat dan "teriak-teriak". Ade langsung kepikiran "besok aku mau bekel roti ya Ma" Aku menggangguk dan dia udah langsung ngacir keluar kamar untuk manggil2 tukang roti.
Monday, February 5, 2007
Hubungan Istimewa
Pagi ini aku imunisasi anak2ku, Campak 2, yang seharusnya aku lakukan ke Mas 4 tahun lalu. Keterlaluan kamu An ! Lalu aku n papa berniat donor darah di PMI Bogor. Dah lewat 3 minggu dari yang seharusnya aku berdonor lagi. Di jalan baru macet cet cet, tanya Abang yang jualan katanya banjir di jembatan, aku bengong Bogor banjirrr ?! Tahunya jalan jadi padat karena banyak sekali orang pada nonton di jembatan Jl. Baru itu lihat arus sungai yang sangat banyak dan deras seperti deras air laut, berdesis-desis. Untung niatku berdonor ga terkalahkan oleh macet yang bikin bete.
Di PMI Bogor alhamdulillah aku bisa menjalankan "hasratku" hehehe, kadang suka deg-degan juga takut ditolak. Karena beberapa kali aku ditolak karena susternya nyerah dengan kondisi uratku yang sangat kecil, susah dipegang katanya.
Kenapa sich kalo lihat 2 anak gendut itu makan Indomie sepertinya nikmattt banget. Jatah Indomie mama papanya dimakan habis dengan telur rebus dan susu coklat. Sampe Ade itu lega banget bersendawa "EU !!!!" Sampe tentara2 yang lagi pada donor ketawa. Hahaha malu-maluin aja nich Ade. Mampir ke tukang baso belakang PMI, eh anak 2 itu masih aja sukses melahap baso rudalnya ck ck ck
Jam 14 aku ngantuk banget, habis makan mulu sih. Dengan adanya hujan yang terus turun tiap hari, mana anginnya ngegelebug, aduhhhh enaknya makan terus dech hehehe
Aku tidur ber-3 sama Mas dan Ade, seperti biasa rebutan ! Papa malah sedih karena tidur sendiri di kamar Mas, ga ada yang mau nemenin. Aku peluk Mas dan kupunggungin Ade, aku pura2 marah karena Ade lebih mementingkan nyotnyot sama gulingnya. Ketika sadar aku tidak menghadapnya, eh Ade nyeletuk ”Mama, aku kira selama ini hubungan kita istimewa, tetapi ternyata tidakkkk” sambil narik-narik bajuku agar aku menghadapnya juga.
Aku sama Mas yang sedang berpelukan ga kuat ngakak. Bener2 sinetron banget dech Ade ini. Akhirnya tangan dan kakiku kubagi 2 sebelah kanan buat Mas peluk, sebelah kiri buat Ade pegang hehehe. Ahhh diringi hujan yang begitu lebat tidurku sampe blas lelap banget tahu-tahu udah jam 15.30.
Dingin...
Dingin menghinggapi tubuh
Terasa menyakitkan
Menusuk-nusuk sampe ke tulang
Ingin kuberselimut
Lihatlah gelombang air di luar sana
Rasakanlah dingin yang menebar
Hujan yangturun
Angin yang menghembus
Ahhh itu jauh lebih dingin
Lebih menyakitkan
Diantara lautan banjir
Diantara gelapnya malam
Diantara rasa perih karena lapar
Diantara harap hujan yang tidak turun lagi
Diantara gelisah esok bagaimana
Semua lenyap semua hilang
Ahhh masih terasa hangat dinginku disini
Masih tercium aroma bubuk kopi
Sebagai penawar rasa dinginku
Terbayang hangatnya menyusuri diri
Ahhhhh nikmatnya
Adakah mereka juga memegang secangkir kopi ?!
Hujan, salah turun, copet
Jam 07.30 aku nyampe Cawang, disambut hujan yang begitu besar. Ragu2 mau naik ojeg atau naik bis. Tetapi ku lihat di kolong jembatan Cawang itu padet macet, mungkin banjir di kolong, kulihat ojegpun tidak ada. Akhirnya ku naik ke Saidah lalu nyebrang jalan nunggu di pintu tol yang tidak dijaga polisi, tetapi bis lama sekali tidak ada.
Ya Alloh, hujan-Mu begitu besar, Aku yakin jauh lebih besar karunia-Mu untuk kami, dan mudah2an hanya sebesar itu ujian-Mu untuk kami. Kami pasrahkan diri kami hanya kepada-Mu Ya Alloh. Kami mohonkan jangan Kau uji saudara-saudara kami yang kena musibah banjir dengan yang lebih besar. Kuatkan iman dan islam mereka, selamatkan mereka ya Alloh. Kuatkan hati kami agar kami bisa saling membantu.
Pulang jam 17.05 dari kantor bingung mau ikut siapa, mau ikut mobil Mas To katanya istrinya terjebak di HI, aku cari alternatif lain ke arah sts kereta, untung ketemu Buyah, ikut Mba Vicky dianterin sampe Cikini, dapat kereta kosong dan lancar banget, sampe UI 18.10. Aku rada bengong ingin ke Hypermart atau pulang akhirnya ke Hipermart tapi malah salah turun, koq bisa-bisanya ya aku turun di UI padahal harusnya di Pocin, aku sampe cubit tanganku apakah aku lagi mimpi, koq bisa sampe salah turun. Akhirnya aku sholat magrib dulu di UI, trus balik lagi ke sts UI jam 18.35 nunggu kereta sampe jam 19.00 baru ada berita krt ke Bogor baru nyampe Manggarai, Masya Alloh, akhirnya aku naik ojeg ke pocin lalu jalan ke Hypermart, beli sepatu, sepatuku untuk naik krt dah jelek bener. Alhamdulilah di Matahari ada diskon. Cari Matahari biar bisa pake voucher yang alhamdulillah bulan Desember lalu aku dapat hadiah dari Newsletter Hanyawanita.com. Ehhh di Matahari ketemu Aci, temen rombongan krt pagi, cewek kecil dan cantik:) Lihat jam udah menunjukkan pukul 19.45 aku langsung ke hypermart belanja daging dan beberapa yang didiskon hehehe Bawa 3 keranjang plastik lumayan juga berat, mana ke arah Pocin harus jalan kaki, eh di sts Pocin ketemu lagi sama Aci, alhamdulillah Aci mau bantuin pegang 1 plastik hehehe ternyata krt penuh banget karena katanya udah 1 jam lebih ga ada kereta. Aku berusaha masuk kereta soalnya takut kalo nunggu lagi bakal tambah malem pulangnya. Pas setelah Citayam aku dan Aci bergeser ke arah pintu, eh dipepet cowok, risi rasanya ditempel begitu, aku udah ga enak hati wong aku intip sebelah cowok itu ada space lowong koq. Aku tegur cowok dibelakangku ”Mas mau turun dimana ?!” Eh dia gelagapan ”mmhh mmhh di Bojong” ”Oh di Bojong, kirain masih jauh, Pak masih jauh ga ?! geser donk, masuk aja” sahutku sambil lihat2 ke belakang, eh si Bapak ya kutegur malah tidur sambil berdiri. Aku coba geser ke sebelah kiri biar si cowok ke depan. Sampe Bojong si Cowok malah keseret orang2 yang mau turun Bojong, eh dia malah berusaha tidak mau turun. Aku dorong aja ”Mas mau turun mana sich, katanya tadi mau turun Bojong, koq ga turun, ayo turun donk” akhirnya cowok itu turun. Si Aci ketakutan, ”Ibu...ibu, itu cowok kan kayak mau nyopet” Aku bilang ”Emang, makanya aku dorong, habis tadi bilangnya turun Bojong tapi barusan malah ga mau turun” Alhamdulillah ketemu Aci, jadi aku tidak terlalu berat tadi pegang belanjaan di kereta. Makasih ya Aci
Friday, February 2, 2007
Pak Bunasor Sanim
Lagi cek input data BOD BOC emiten, ada nama BUNASOR Sanim, sebagai Preskom dan Ketua Komite audit BBRI.
Ingat Pak Bunasor (Ka. Sosek FAPERTA IPB), ingat waktu mau tanda tangan SP (Studi Pustaka) yang tinggal ditanda tangan Pak Effendi Anwar saja, belio sedang di Medan dan belum bisa ttd padahal hari itu adalah hari terakhir pengumpulan SP untuk menentukan bisa ikutan KKN atau tidak, dan kalo tidak masukin SP waktu itu berarti baru bisa ikut KKN 6 bulan mendatang, hiks
Teringat kembali waktu itu aku bener2 memohon-mohon ke Pak Bunasor agar bisa menunda 1 hari lagi, sampai besok siang Pak Pepen datang, tapi jawabannya ”Saya tunggu kamu di rumah untuk menyampaikan SP itu sampe jam 12 malem nanti, pintu rumah saya terbuka untuk kamu”. Yeee dari tadi kan udah dibilangin kalo Pak Pepen itu baru tiba dari Medan besok pagi jam 10. Lemes rasanya keluar dari ruangan Pak Bunasor, sedih, marah dan benci rasanya, baik ke Pak Bunasor maupun ke Pak Pepen. Sampe saya itu ga mau lagi ketemu mereka berdua rasanya, kalo lihat mereka itu yang ada sebellll. Padahal tiap bulan sebagai bendahara HMI Cab Bogor aku harus ketemu Pak Bunasor untuk minta dana donatur tetap, hiks
Biaya interlokal ke Medanpun aku jabanin untuk berkomunikasi dengan Pak Pepen termasuk bertanya kapan Pak Pepen pulang dari Medan, bagaimana dengan nasib SP saya. Ehhh jawabannya ”Bilang sama Pak Bunasor, saya baru tiba dari Medan besok pagi jam 10”
Dan setelah ketemu Pak Bunasor juga saya kembali interlokal ke Medan dan saya katakan jawaban Pak Bunasor yang mau menunggu hanya sampe jam 12 malam hari ini, dengan gampangnya Pak Effendi bilang ”Ya sudah, kamu kan bisa ikut KKN di periode mendatang. Masalah kamu nunggu 6 bulan, kan kamu bisa mengerjakan penelitian dulu”. Penelitian ?! nyatanya tetep aja baru bisa melakukan penelitian setelah KKN selesai, alhasil aku termasuk lulusan yang terlambat di banding rekan2 seangkatanku. Nasibbb nasibbb 6 bulan cuman luntang lantung di Bogor, kasihan orang tuaku yang setidaknya harus membiayaiku 6 bulan lagi dengan tidak ada kegiatan berarti sama sekali. Mau menetap di Bandungpun, aku bingung karena takut kalo ada info apa gitu dari para dosen, khususnya Pak Pepen. Aku juga maunya mencoba menyusun penelitian dengan terus ke perpustakaan cari2 bahan trus bolak balik ke rumah Pak Pepen, tapi tetep ga bisa fokus, Pak Pepenpun jarang ada di rumah. Kalo harus bolak balik terus Bandung – Bogor sayang ongkos, kasihan lagi ortuku.
Alhamdulillah dengan rahmat-Mu, aku sampe sekarang masih bisa beribadah untuk keluargaku. Akan tetap kusyukuri kehidupanku kemarin, hari ini dan yang akan datang. Semoga aku senantiasa diberi kekuatan Iman dan Islam. Amin.
Tuesday, January 30, 2007
If you have more money, do not change your life ! You will be rich!
Bacaanku pagi ini, cerita tentang Tempe bacem & Gengsi (dari milist BA-Depok).
Susi yang biasanya membawa makan siang dari rumah, nasi dan tempe bacem yang sudah hitam, ketika naik gaji dan jabatan menjadi males bawa ompreng dari rumah lagi, karena malu, gengsi dan ingin menikmati kenikmatan sesaat dengan makan berbagai makanan di luar karena sekarang dia sudah lebih mampu bayar makanan di luar.
Suatu hari dia melihat presdirnya justru makan siang di ruangannya dengan makanan yang dibawanya dari rumah, isinya nasi, orak-arik telor campur buncis dan tempe bacem. Hanya itu.
Tanpa sadar Susi bertanya: "Pak, kok Bapak bawa makanan dari rumah sih?"
"Memangnya kenapa," tanya pak Jono.
"Ya... malu kan Pak? Masa Presiden Direktur bawa makanan dari rumah," begitu jawab Susi.
Pak Jono hanya tersenyum ramah dan menjawab: "Mengapa harus malu? Makanan ini penuh gizi, harga lebih murah, yang masak isteri saya, dan saya tidak perlu repot cari makanan lagi. Lagipula ini makanan kesukaan saya.
Akhirnya Susi kembali membawa makan siang dari rumah, nasi dan tempe bacem. Dia membawa banyak tempe bacem dan membagikannya pada teman-temannya di ruang makan. Semua temannya sangat senang bisa makan tempe bacem lagi. Rasanya sudahbertahun-tahun mereka tidak makan tempe bacem. Susi terharu melihatnya.
Kini dia baru bisa mensyukuri keadaannya. Tidak perlu malu membawamakanan dari rumah. Pak Jono saja setiap hari selalu membawa makanandari rumah. Padahal gaji dan kedudukan beliau kan lebih tinggi dariSusi? Untuk apa memboroskan uang gaji untuk makan mewah setiap hari? Sepertinya dia mengorbankan uangnya untuk membeli makanan yang lebihmahal hanya untuk kenikmatan sesaat dan untuk menuruti perasaan sombongakibat naik gaji dan naik jabatan.
If you have more money, do not change your life ! You will be rich!
Mengelola Stress, Menjadikannya Sahabat Sukses Kita
Mengelola Stress, Menjadikannya Sahabat Sukses Kita...
www.portalinfaq.org
Secara sederhana, stress adalah ketimpangan kondisi harapan atau keinginan dengan kondisi sebenarnya. Oleh karenanya orang yang sedang mandi atau menggosok gigi tingkat stress nya rendah. Kenapa? Karena kita bisa dengan santai tanpa tekanan yang berarti mudah mendapatkan sabun dan pasta gigi yang sebelumnya memang sudah tersedia. Karenanya keinginan yang terlampau tinggi atau bahkan sampai pada tingkat ambisius bila tidak diiringi dengan kemampuan akan menyebabkan kita mudah stress.
Stress juga bisa karena peristiwa hidup, misalnya kehilangan seseorang atau sesuatu yang sangat dicintai. Orang bisa sampai tingkat depresi akut karena faktor ini. Bisa juga karena faktor ketiadaan dukungan sosial. Artinya orang tersebut mungkin tumbuh dalam lingkungan yang sejak kecil barangkali selalu dalam tekanan, intimidasi dan ketakutan. Jarang sekali yang menyemangati dan melingkarinya dalam suasana yang akrab dan penuh cinta.
Bisa juga karena faktor pemicu lain misalnya Stressor lingkungan, misalnya memiliki teman sekantor yang sangat pemarah, sampai iri dan memusuhi. Yang lain bisa juga karena atasan yang sukar dan tidak mendukung. Sehingga dalam melakukan pekerjaan kita menjadi sulit untuk focus dan mengembangkan kemampuan diri. Sebaliknya bekerja terlalu keras juga bisa membuat tingkat stress seseorang menjadi lebih tinggi.
Untuk point peristiwa hidup, kita seringkali lupa bahwa segala sesuatu pada hakekatnya adalah milik Alloh. Sehingga satu saat suka atau tidak suka pasti akan diambil-NYA, sebesar apapun cinta kita kepadanya. Ambisi yang terlalu tinggi dicontohkan dengan hal sederhana oleh ustadz, dengan contoh hadirin wanita yang menginginkan jodoh seperti bintang film atau penyanyi seperti Tom Cruize dan Pasya Ungu. Ya jelas saja wanita tadi akan mudah stress karena sejak awal salah pasang ambisi dan berujung sakit hati....Kontan hadirin tertawa riuh.
Tips-tips penting dalam menjadikan stress menjadi sahabat adalah membuat tujuan yang realistis, merancang ulang pekerjaan, memperbaiki sistem komunikasi dan melibatkan orang lain atau karyawan (bagi para manager) dalam pengambilan keputusan serta model seleksi yang sesuai dengan bakat dan keunggulan seseorang.
Hal-hal sederhana bagi diri pribadi untuk menghindari stress adalah dengan mengolah manajemen waktu kita, bersosialisasi, menemukan makna hidup dengan banyak menggali dari orang-orang yang baik, menguatkan hubungan dengan Sang Khalik, berolah raga (ini yang sering dilupakan orang perkotaan atau perkantoran khususnya), bermain, pijat, dan tidur yang cukup.
Jadilah cermin bagi orang lain, karena nurani tidak bisa dibohongi. Ini adalah pesan yang disampaikan ustadz Satria untuk mencari sahabat yang baik yang membuat kita termotivasi untuk lebih maju dan lebih baik dari waktu ke waktu. Jadikan Al-Qur’an bacaan wajib sekaligus media curhat kita kepada Alloh dan cobalah lakukan sholat tahajjud sebisanya, karena ini adalah rahasia sukses orang-orang yang dicintai Alloh dari dulu hingga kini. Dan terakhir teruslah belajar dan asah kemampuan serta sandarkan do’a terbaik setiap hari kepada Alloh Sang Penghulu Segala Cinta.
Monday, January 29, 2007
Keluar rumah seharian
Ketika di dalam mobil pulang dari Mesjid Kubah Emas Dian Al-Mahri Depok, Ade yang duduk di sebelahku bilang ”Aku harus berterima kasih sama Mama, karena mama menggantikan aku, jadi aku masuk ke mesjid Mama di luar” katanya sambil senyum-senyum. Dengan agak terpana aku tatap mata Ade yang kayaknya seneng banget lolos dari penjaan satpam di Mesjid itu.
Sebelumnya ketika masih di jalan mau ke arah Mesjid Kubah Emas, aku udah wanti-wanti ke Ade di mobil, kalo anak2 usia di bawah 10 tahun, yang berarti Ade dan Naura, ga boleh masuk ke pelataran Mesjid Kubah Emas, karena peraturannya begitu. Ade ngambek ”koq begitu sich. Aku juga kan ingin sholat di Mesjid, aku juga ingin lihat dalemnya Mesjid” Terlihat dia manyun dan ingin nangis. ”Nanti Mama temenin Ade di luar dech, sama Naura. Nanti kalo peraturannya sudah membolehkan anak-anak di bawah 10 tahun masuk, nanti kita ke sana lagi”. ”Memang kenapa sich koq anak-anak ga boleh masuk?!” Ade masih bersungut-sungut, raut mukanya masih ngambek. ”Katanya sich karena waktu dibuka untuk umum lebaran haji kemarin, mesjid jadi kotor, karena banyak yang datang, anak-anaknya juga banyak yang datang, jadi katanya waktu itu sampah dimana-mana, pampers juga dibuang sembarangan, rumput2nya diinjakin sama anak2, trus pohon2annya juga katanya dipetikin. Jadi pengurus mesjid membuat aturan ga boleh masuk dulu, biar dirapiin dulu, soalnya katanya belum selesai, petugasnya masih sedikit jadi belum bisa mengawasi pengunjung yang banyak”. Aku meneruskan ”Padahal Mama yakin Ade anak yang baik ya, ga bakal nginjek-nginjek rumput, ga bakal lari-lari di mesjid, ga bakal buang sampah sembarangan” Sambil kuelus-elus tangannya. Terlihat Ade diam, ga tahu masih ngambek atau dia mulai mengerti.
Kenyataannya pas di Mesjid aku malah lupa akan aturan itu, kebetulan lagi crowed banget, pengunjung banyak banget seliweran sama bis-bis yang masuk. Jadi kebetulan Ade dan Mas serta Papanya masuk ke arah Mesjid terhalang oleh Bis, jadi loloslah mereka. Eh ..aku yang jalan belakangan dengan Tia, Mela dan Naura, kena jegal dech. Karena aku dan Mela ga lagi sholat ya sudah aku temenin Mela diluar.
Subhanalloh, sungguh indah Mesjid itu. Mesjid yang sangat megah dan besar, pekarangan yang luas, lalu ada rumah yang besar juga seperti istana. Kebayang berapa biaya yang dikeluarkan untuk membangun Mesjid dsb yang ada di depan mataku. Dengan kubah berlapis emas, katanya 24 karat. Ya Alloh, aku yakin rejeki-Mu mengalir ke hamba-hamba-Mu yang tepat. Semoga Mesjid ini bisa makmur oleh umat-Mu.
Di pihak lain, memang rasa miris juga masih terlintas dipikirku. Banyaknya masyarakat Indonesia yang jauh dibawah garis kemiskinan tentunya sangat jonglang dengan kondisi Masjid ini. Mana yang lebih baik di mata Alloh, membangun mesjid megah seperti ini atau mensejahterakan masyarakat miskin di sekitar. Aku ga punya jawaban. Tapi masyarakat adalah tanggung jawab pemerintah bukan?! Bukan individu?! So?!
Hari ini kami keluar rumah seharian, dari rumah masih pagi, jam 8.30 udah jalan ke Tirta Sania - Ciseeng, mau berendam air belerang. Ngajak jalan-jalan Mamih yang sudah 2 minggu di Boong. Minggu kemarin ga kemana-mana karena ada pengajian di rumah minggunya lelaki2 itu (Papa dan TIa) "bekerja", jadi ga ada yang bisa antar.
Jalan ke TIrta Sanita lumayan mulus, kebetulan kita motong jalan lewat Jl. Jampang. Jalan setelah Telaga Kahuripan ada petunjuk arah Ciseeng. Habis kalo lewat terminal Parung, kebayang macetnya. Harga tiket masuk Dewasa Rp 6.000 anak-anak Rp. 3.500. Kalo mau berendam di kamar, ada kamar VIP masuknya Rp. 10.000/orang/20 menit. Ga tahu ada kamar tipe lain atau ngga selain yang VIP itu. Di Tirta Sania, kita ambil 3 kamar. Bau belerangnya menyengat banget, ngga kayak di Ciater. Mas, Ade dan Papa berendam di 1 kamar. Mela, Tia dan Naura 1 kamar. Mamih, aku dan Mba 1 kamar. Habis berendam enaknya tidur kali ya, soalnya ngantuk banget. Tapi kita meluncur ke arah Depok, mau ke Mesjid Kubah Emas Dian Al-mahri. Pulangnya lewat terminal Parung, ga tahu ada jalan lagi ngga ya, ga sempat hunting, macet banget cet cet cet stag banget. Udah deket mesjid juga macet lagi, banyak bus-bus besar masuk ke arah jalan kecil samping Mesjid, belum mobil2 lainnya, pejalan kaki, para tamu dan pedagang yang sengaja gelar di pelataran parkiran. Dari Mesjid ke arah Alfa Depok, aku mau nyari pompa air untuk rumah GL-3, Tia mau belanja. Alhamdulillah sampe rumah jam 6 sore, rasanya capek banget, tapi alhamdulillah Mamih nga kenapa-kenapa, sehat wal ’afiat.
Wednesday, January 17, 2007
Mengenang 10 tahun wafatnya Bapak tercinta
Hari ini 10 tahun lalu kami mengiringi Bapak Almarhum H. Haedari Bin Hudri ke peristirahatannya yang terakhir. Tepat di ulang tahunnya yang ke-58 (17 Januari 1939 - 16 Januari 1997). Teringat kembali, waktu itu aku begitu labil, baru seminggu aku melahirkan anakku yang petama, Raihan (8 Januari 1997). Bapakpun belum sempat kami perlihatkan cucu lelakinya yang pertama, foto si cucupun belum sempat diafdruk karena filmnya masih banyak. Banyak penyesalan yang menghinggap di diriku, kenapa waktu itu ketika aku harus pulang dari RS Immanuel Bandung sehabis melahirkan, aku berniat memperlihatkan cucunya yang baru lahir kepada Bapak di ruangan lain di RS yang sama. Tetapi niatku terhadang oleh teguran suster yang tidak memperbolehkan anakku dibawa kesana, alhasil aku pamit ke Bapak dengan tidak membawa Raihan. Kenapa aku tidak berusaha menggunakan jalan pintas yang lain ?!
Lalu akupun berniat secepatnya mengafdruk foto anak2ku untuk diperlihatkan kepada Bapak, kan bisa afdruk sepotong-sepotong. Tapi terus terang waktu itu tidak ada yang bisa disuruh mengafdrukkan, wong dirumah tidak ada siapa-siapa kecuali aku, pembantuku, Aci keponakanku yang baru 2 tahun dan Raihan. Mamih kalo siang ke RS nunggu Bapak, Teteh dan Kang Asep kerja, Yana juga kerja, Tia ke kampus atau nunggu Bapak di RS juga. Suamiku masih di Jakarta. Wong aku waktu itu masih bingung menghadapi anakku yang baru lahir, tidak ada tempat bertanya, tempat minta bantuan, mana si pembantu rewel ingin pulang ke Bogor aja.
Ahhh Bapak yang berbadan tinggi besar, yang begitu kekar, yang tidak pernah bersentuhan dengan RS, makanya ketika sakit dan masuk RS, kelihatan banget kalo Bapak sangat shock dan down. Bapak merasa bahwa penyakitnya (Stroke) sangat berat, beda banget sama teman sekamarnya yang begitu bersemangat hidup padahal penyakitnya jantung, hasil operasian jantungnya aja malang melintang di dadanya.
Bapak terlihat jadi suka sakit setelah belio pensiun, mungkin post power syndrom kali ya. Bapak memang ada riwayat darah tinggi. Tetapi yang aku lihat semakin tua usianya keinginannya belajar agama Islam semakin tinggi, Setelah pensiun, Bapak itu jadi sering ke mesjid, tiap pagi dan malam tidak pernah lepas baca Al-Quran yang menurutku waktu itu bacaannya tidak bagus, tetapi Bapak terus belajar dan belajar. Kalo Mamih bilang sich Bapak itu meninggal ketika masa meninggalkan jahiliyah, ketika masa-masanya giat belajar agama.
Teringat kembali, Bapak di rumahku di Bojong itu terkenal dengan Pak Haji, begitulah sapaan para tetanggaku atau orang2 yang lewat rumahku di Bojong. Sepertinya semua mengenal belio, wong hampir tiap pagi siang dan sore nongkrong di depan rumah nungguin tukang yang sedang membangun rumahku. Ah kalo tidak ada Bapak siapa yang akan menjadi mandor para tukan itu, siapa yang mengurusi harus beli2 bahan bangunan, siapa yang mengatur pemakaian bahan-bahan bangunan yang begitu banyak berserakan.
Masih kuingat ketika aku pulang kerja kudapati Bapak sudah ada di Bojong setelah pulang dari Bandung (Bapak pulang ke Bandung 1 - 2 minggu sekali), Bapak cerita kalo pas nyampe stasiun kereta Bogor, dia lari-lari naik ke kereta dari peron yang sangat tinggi, Bapak berusaha memanjat kereta karena kereta sudah mau jalan, sudah nengnong nengnong. Yang aku kaget Bapak juga memikul kabel listrik yang 1 gulungan besar itu dari Bandung. Masya Alloh, Bapak bawa kabel segulung besar dari Bandung, naik bis trus naik kereta trus naik ojeg/becak ke rumahku. Aku sampe ngingetin Bapak, agar lain kali jangan repot2 beli barang dari Bandung, wong di Bogor atau Bojong juga ada. Kata Bapak kalo di Bandung Bapak tahu tempat yang murah. Ya Allohhhh
Trus selama di Bojong itu Bapak paling senang makan ketoprak, makanan baru yang tidak ada di Bandung. Hampir setiap hari Bapak makan siang memakai ketoprak, ketopraknya ditambah nasi lagi karena Bapak itu kalo makan, nasinya harus banyak, biar kuat katanya. Bapak punya langganan tukang ketoprak, Mas orang Jawa yang kulitnya hitam katanya, sampe sekarang tukang ketoprak itu masih suka lewat di depan rumahku.
Bapak yang keras dan tegas, masih suka ingin humor atau canda yang kalo kulihat jadi garing karena kayaknya ga pantas sama kumis baplangnya Bapak, kumisnya yang lebat dan berdiri. Aku paling ga suka kalo Bapak sun aku, sakit ketusuk-tusuk kumisnya yang berdiri dan bulunya kasar, geli banget hehehe
Ya Alloh jadikan aku dan kakak serta adik2ku menjadi anak-anak yang sholeh, yang bisa senantiasa mendo'akan Bapak, yang bisa melindungi Mamih, yang bisa mencontoh kegigihan Bapak dalam bekerja, dalam berumah tangga. Semoga segala kebaikan bapak dapat kami contoh, semoga hal-hal yang positif dari sikap Bapak dapat kami mengamalkannya juga.
Dan semoga hal yang negatifnya kami bisa menggantikannya dengan sikap yang lebih halus dan lebih baik.
Tuesday, January 9, 2007
Ualng Tahun Mas Raihan yang ke-10
Hari ini Ulang Tahun Mas yang ke-10.
Semoga Panjang Umur ya Mas.
Semoga Mas diberi kesempatan seluas-luasnya oleh Alloh SWT untuk beribadah di dunia ini.
Semoga semua keinginan, harapan, dan cita-cita Mas tercapai.
Semoga Mas senantiasa diberi kesehatan lahir dan bathin, jiwa dan raga, sehingga ibadah-ibadahnya Mas senantiasa sempurna.
Semoga menjadi orang yang berguna bagi nusa, bangsa, agama, dan tentunya keluarga.
Semoga bisa menjadi kebanggaan keluarga dan negara.
Semoga menjadi ahli surga.
Amiinn amiinn ya robbal ’alamiin
Di hari ultahnya Mas, Ade, Papa dan Mba pergi ke WTC M2 mau lihat Magic World. Pameran sulap. Alhamdulillah dia tampak senang walopun dia masih bilang, ”sebenarnya aku ingin belajar sulap lebih banyak lagi”. Aku memang agak keberatan mengikutkan Mas kursus sulap, habis mahal 3 juta (kursus 1 bulan/4 pertemuan @ 2jam plus alat-alat sulapnya). Mas bilang ”Kayaknya di tempat kemarin beda dech, Mungkin aja lebih murah”. Sabar ya Mas, kayaknya Mas lebih baik belajar dari buku aja, nanti kita kalo ke toko buku cari buku sulap aja ya.
Ade itu lucu bener, semalam di kamar, dia berbisik sama Mama dan Papanya. Papanya malah bener2 ditarik tangannya ke kamarku, katanya ”Pa, sini dech, aku mau bicara”. Sampe di kamar, Ade berbisik ”Besok pagi, gimana kalo kita sun rame-rame Mas ketika Mas masih tidur. Tapi jangan bilang-bilang Mas ya. Ini rahasia ya” Aku sama Papa cuman senyum2 dan mengangguk-angguk aja tanda setuju. Beberapa saat kemudian sambil berfikir dia ngomong lagi ”Tapi kalo Mas yang bangun duluan gimana ?! Nanti Mama bangunin aku ya ?!” Aku mengangguk lagi tanda setuju. Hehehe ada-ada saja gemes banget dech.