Telpon rumah berdering-dering, setengah sadar aku bangun dan menyalakan lampu kamar dan sadar ngga sadar aku hanya berusaha untuk melihat jam berapa sekarang, karena ku dengar di luarpun sepertinya si Mba berlari-lari turun dari atas untuk mengangkat telpon dan bersuara ”Hallo”. Setelah sadar kulihat jam 1 pagi, aku buka pintu kamar dan kutanya Mba, ”dari siapa Mba ?!” ”Ngga tahu, ngga ada suaranya, tadi ibu angkat dari kamar?” ”Ngga” jawabku, sambil kembali ke kamar dan menutup pintu. Terpikirkan, siapa dini hari begitu yang telpon, aku takut dari Bandung, aku hanya berharap kalo itu penting pasti akan bunyi lagi telponnya. Aku jadi ga bisa tidur lagi, kudengar2 ada suara seseorang diluar sana, aku bangun lagi trus ngintip keluar, kulihat ada seorang lelaki sedang memainkan HP di pojokan rumah, ”Siapa ya ?!” Lelaki itu pergi trus terdengar suaranya memanggil ”Yud, Yud”. Ohhh Pak RT. Tak lama kudengar suara HP suamiku berbunyi, ku dengar suamiku keluar dan menyalakan kamar ”Anaknya Pak Agung meninggal”. Inna lillahi wa inna illaihi rojiun. Suamiku ke kamar mandi, ambil wudlu dan sholat tahajud. Aku masih berbaring, memikirkan mungkin anak yang baru lahir itu, kenapa ya ?!
Setelah sholat tahajud, suamiku malah ambil celana panjang dan jaket, dia bilang mau keluar, ke rumah Pak Agung. ”Lho, emang Pak RT lagi di sana ?! ada siapa saja” Terdengar suamiku telpon Pak RT. ”Pak RT di rumah Pak Agung dengan Pak Rudi”. Ketika mengantarkan suamiku keluar rumah terlihat Bu RT dan Bu Rudi mengetuk rumah Bu Erna di depan rumahku. Akhirnya aku jadi ikut bergabung ke rumah Bu Agung.
M. Razan Santosa, nama anak Bu Agung yang baru lahir hari Selasa 27 Agustus, katanya prematur, karena usia kandungan baru 7 bulan, tetapi Bu Agung udah mules-mules dan dibawa ke RSUD Cibinong, tetapi karena tidak ada inkubator, maka dirujuk ke RS lain, yang ternyata pada penuh, dan akhirnya ke Graha Medika di Jl. Raya Bogor Cisalak - Depok. Paru-paru si bayi belum terbentuk sempurna, dia hanya memakan nutrisi yang diberikan melalui selang lewat mulut dan hidungnya. Astagfirulloh ya Alloh, anak sekecil itu sudah harus menderita begitu, lindungi dia Ya Alloh.
Jam 2 pagi, ambulance yang membawa si bayi almarhum tiba, almarhum digendong bapaknya. Trus kami beberapa ibu berusaha membuka kain yang menutupi badannya yang begitu kecil, ketika terbuka wajahna, ya Allohhhh aku ingin menangis, lucu sekali, putih (mungkin ini karena sudah menjadi mayat jadi pucat) lalu jidat pipi dan badannnya dipenuhi bulu-bulu halus. Jadi ingat De Isal waktu baru lahir, kulihat bulunya begitu banyak di tubuh dan wajahnya dan aku senang sekali mengelus-ngelusnya. Ya Alloh.... mungkin ibunya belum sempat mengelusnya tetapi Razan sudah harus pergi kembali kepada-Mu Ya Alloh.
Ampuni bayi itu. Ahhh sorga sudah dia peruntukkan untuk orang tuanya. Amin semoga.
Thursday, August 30, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment