Wednesday, December 19, 2007

Saya (jadi) Ingin Pergi Haji

Saya dapat email dari Pak Agus Rasidi, duhhhh dadaku langsung deg, ingiiinnnn rasanya cepat waktu berlalu hingga waktu itu datang untuk membawa aku dan suamiku kesana.

Bagi yang niat ingin pergi haji, mungkin harus menguatkannya dengan siap2 dari saat ini, dari diri sendiri, dari segala arah, jangan hanya berharap/nungguin undangan Alloh datang aja :)

Sok siapa yang mau duluan ?! Nanti tolong kuatkan niat saya ya dengan ikut mendoakan saya disana, agar saya juga bisa berkesempatan kesana. Amin.

*Duh kangen.com*

----- Original Message -----
From: Fauzie Abdullah
Sent: Tuesday, December 18, 2007 4:55 PM
--
Assalaamu 'alaikum wr. wb.

Sekitar sebulan yang lalu saya Alhamdulillah berkesempatan menghadiri Walimatus safar bibi saya yang insyaAllah akan berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini. Walimatus safar itu semacam acara yang diadakan untuk melepas seseorang yang akan melaksanakan ibada haji. Di dalamnya ada taushiyah (ceramah) haji, permohonan maaf (dari yang akan menunaikan ibadah haji), doa, silaturahmi dan makan-makan. Sebelumnya, saya tidak terlalu paham hikmah dan manfaat dari walimatus safar ini. Karena sejauh yang saya tahu, Rasulullah tidak mencontohkannya (CMIIW-Koreksi ya kalo salah). Tapi setelah kemarin ikut ini, saya merasakan banyak manfaat dari acara ini. Dan ujung-ujungnya.. saya jadi ingin pergi haji.. Amin
Pada tulisan ini, saya ingin me-resumekan apa yang disampaikan oleh Pak Ustadz dalam taushiyahnya. Inilah taushiyah yang membuat saya (jadi) ingin pergi haji. Ingin dalam arti bertekad untuk segera menunaikannya. InsyaAllah bermanfaat buat kita semua.“Naik haji itu sangat erat berkaitan dengan kekuatan niat, kerinduan dan tekad. Banyak kisah tentang orang yang tidak mampu secara finansial, tapi Allah mengundangnya ke Baitullah. Banyak juga diantara kita yang mampu secara finansial, tetapi tidak jua melakukannya. Adalah rahasia Allah menentukan apakah kita layak diundang olehNya atau tidak. Nah, tugas kita adalah menguatkan niat, kerinduan dan tekad tersebut agar Allah berkenan mengundang kita. Bagaimana caranya?

1. Perbanyak Doa kepada Allah SWTDoa adalah cermin dari keinginan yang kuat. Kita meminta kepada Allah SWT karena Dia lah Yang Berwenang untuk mengundang seseorang ke Baitullah. Seberapa banyak keinginan kita pergi haji bisa dilihat dari doa kita, apakah kita pernah atau sering berdoa meminta kepada Allah untuk (pergi haji) ini atau tidak.

2. Kuasai Manasik HajiJika kita sudah maksimal berdoa, mari dorong juga dengan kesiapan ilmu tentang haji. Ini tentu saja akan membuktikan kesungguhan doa kita dihadapan Allah. Bukankah kita minta kepada Allah agar ketika kita sekali pergi haji, langsung mendapat haji mabrur? Nah itu dimulai dari penguasaan ilmu ibadah haji.

3. Buka Tabungan HajiBuat yang jauh dari Arab Saudi, pasti biaya haji jadi besar. Wajar jika anda yang punya penghasilan pas-pasan, tidak bisa langsung punya uang full untuk naik haji. Oleh karena itu, kita perlu mencicil dengan membuka tabungan haji. Ini juga sebagai bukti kesungguhan doa dan tekad kita (di hadapan Allah). Jika sudah punya tabungan haji, rutinlah mengisi sedikit demi sedikit. Sehingga pada saatnya nanti Allah mengundang kita, Dia akan menggenapkan tabungan kita dari arah yang (sering) tidak disangka-sangka.

4. Perbanyak mengikuti walimatus safarPerbanyak mengikut walimatus safar dalam rangka: satu, membuktikan keinginan dan tekad kita (dihadapan Allah SWT); dua, meminta doa dari yang akan pergi haji (terutama minta didoakan ketika berada di tempat-tempat mustajab doa); tiga, mendengarkan kisah-kisah perjalanan haji insyaAllah menguatkan tekad kita; empat, mendapatkan tips-tips ibadah haji yang nyaman; empat, mengenal medan haji yang katanya sangat menguji fisik.

5. Perbanyak mendengar pengalaman ibadah hajiIni sangat penting untuk menguatkan tekad kita. Bukankah ada hadits nabi yang mengatakan: “Kawan pendamping yang sholeh ibarat penjual minyak wangi. Bila dia tidak memberimu minyak wangi, kamu akan mencium keharumannya. Sedangkan kawan pendamping yang buruk ibarat tukang pandai besi. Bila kamu tidak terjilat apinya, kamu akan terkena asapnya. (HR. Bukhari)”

6. Lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan ibadahJika kita dekat dengan Allah, tentu Allah juga dekat dengan kita, dan tidak sungkan-sungkan untuk mengabulkan keinginan kita.“Demikian kira-kira tips-tips yang diberikan oleh Pak Ustadz untuk kita menguatkan niat, kerinduan dan tekad tersebut agar Allah berkenan mengundang kita menunaikan ibadah haji.
Satu lagi pesan beliau, ibadah haji itu menuntut kekuatan fisik yang prima. Oleh karena itu, agar kita bisa maksimal beribadah, ibadah haji ini disarankan dilakukan di sebelum tua, yaitu ketika fisik kita masih kuat.

Wallahu a’lam bish-shawab. Semoga bermanfaat.Teriring doa.. Ya Allah, semoga hambamu ini, beserta orang tua dan keluarga, ini bisa menunaikan ibadah haji tahun depan. Amin


Wassalaamu 'alaikum wr. wb.
Fauzie Abdullah 0817-121515 YM: fozzix

2 comments:

Anonymous said...

Bila pembaca ingin membac buku pengalaman haji, sekarang sudah bisa kita dapatkan dengan mudah di toko buku. Bila pembaca ingin membaca tulisan saya, juga sudah bisa didapatkan di toko buku.
By writer of Hajji Book:
40 Hari Di Tanah SuciThank you

Anonymous said...
This comment has been removed by the author.