Sudah sebulan ini mungkin di Indonesia lagi booming fenomena Film Ayat-ayat Cinta. Dimana-mana Teather 21 yang menayangkan AAC pasti dipadati penonton.
Setelah bukunya yang ”katanya” bagus banget (belum baca nih sampe sekarang) dan menjadi best seller novel,
Duh sepanjang nonton AAC ini aku sesenggukan terus, sampe sakit bener nih tenggorokan. Seumur hidupku 2 kali aku nangis sesenggukan begini (sampe sakit tenggorokan dan sakit kepala hehehe) Dulu 11 tahun lalu ketika aku dinyatakan tidak dalam kondisi hamil oleh dr Kayaknto SPOG RSPAD, dan sekarang ketika nonton AAC. Perasaan waktu dulu mau nikah di acara ngeyeuk seureuh aja nangisku ngga sampe sejadi-jadinya begini hahaha
Fahri, di film masih belum sempurna menurut aku. Hehehe karena dalam bayanganku Fahri itu adalah sempurna, perfect. Tetapi di film, Fahri masih ”kasar” sama istrinya, suaranya keras ketika dia bilang bahwa dia kan kepala keluarga, lalu ketika mendapat cobaan masuk penjara, di penjara juga dia mukul2 dan tendang-tendang tembok, padahal kan harusnya dia istighfar, tenang, sholat.
Aishanya juga dalam bayanganku ka dia itu muslimah modern, soalnya dia ”bersahabat” dengan non muslim (wartawan Amerika yang sedang penelitian.
Tetapi ketika bicara sama suaminya dia masih bernada tinggi ketika malam-malam dia ”melihat” HP suaminya, lalu ketika bertamu ke rumah madam (ibunya Maria) gedor-gedornya kasar banget.
Lalu ketika dia ”menjual” komputer suaminya, kenapa juga tidak minta ijin dulu kepada suaminya selaku yang memiliki komputer.
Monday, March 10, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment