Monday, February 18, 2008

Untukku & Saudaraku

Tulisan dari batavia_02 [batavia_02@yahoo.com] newcomer di milist KRL-mania.

Untukku & Saudaraku
Sumber: internet

Saudaraku…
Nikah itu ibadah. Nikah itu suci. Ingat itu.
Memang nikah itu bisa karena harta,
bisa karena kecantikan,
bisa karena keturunan,
dan bisa karena agama.
Jangan engkau jadikan harta, keturunan maupun kecantikan sebagai alasan…
karena semua itu akan menyebabkan celaka.
Jadikanlah agama sebagai alasan…
Engkauakan mendapatkan kebahagiaan.

Saudaraku…
Tidak dipungkiri bahwa keluarga terbentuk oleh karena cinta.
Namun…
jika cinta engkau jadikan sebagai landasan, maka keluargamu akan rapuh, akanmudah hancur.
Jadikanlah "ALLAH" sebagai landasan,
niscaya engkau akan selamat. Tidak saja dunia, tapi juga akherat.
Jadikanlah ridho Allah sebagai tujuan…
Niscaya mawaddah, sakinah, dan rahmah akan tercapai.

Saudaraku…
Jangan engkau menginginkan untuk menjadi raja dalam`istanamu'.
Disambut istri ketika datang, dan dilayani segala kebutuhan.
Jika ini kau lakukan,`istana'mu tidak akan langgeng.
Lihatlah manusia ter-agung Muhammad SAW.
Tidak marah ketika harus tidur di depan pintu beralaskan sorban,
karena sang istri tercinta tidak mendengar kedatangannya.
Tetaptersenyum meski tidak mendapatkan makanan tersaji dihadapannya ketika lapar,
menjahit baju-nya yang robek…

Saudaraku…
Jangan engkau menginginkan menjadi ratu dalam`istana'mu.
Disayang, dimanja, dan dilayani suami.
Terpenuhi apa yang menjadi keinginanmu.
Jika ituengkau lakukan, `istana'mu akan jadi neraka bagimu.

Saudaraku…
Jangan engkau terlalu cinta kepada istrimu.
Jangan engkau terlalu menuruti istrimu.
Jika itu kau lakukan, engkau akan celaka.
Engkau tidak akan dapat melihat yang hitam dan yang putih,
tidak akan dapat melihat yang benar dan yang salah.
Lihatlah bagaimana Allah menegur Nabi-mu tatkala mengharamkan apa yang Allah halalkan
hanya karena menuruti kemauan sang istri.
Tegaslah terhadap istrimu.
Dengan cintamu,
ajaklah dia taat kepada Allah.
Jangan biarkan dia dengan kehendaknya.
Lihatlah bagaimana istri Nuh dan Luth…
Di bawah bimbingan manusia pilihan, justru mereka menjadi penentang…

Istrimu bisa menjadi musuhmu.
Didiklah istrimu.
Jadikanlah dia sebagai Hajar,
wanita utama yang loyal terhadap tugas sang suami, Ibrahim.
Jadikanlah dia sebagai Maryam,
wanita utama yang bisa menjaga kehormatannya.
Jadikanlah dia sebagai Khadijah,
wanita utama yang bisa mendampingi sang suami Muhammad SAW menerima tugas risalah.

Istrimu adalah tanggung jawabmu.
Jangan kau larang mereka taat kepada Allah.
Biarkan mereka menjadi wanita shalihah.
Biarkan mereka menjadi Hajar atau Maryam.
Jangan kau belenggu mereka dengan EGO-mu…

Saudaraku…
Jika engkau menjadi istri, jangan kau paksa suamimu menurutimu.
Jangan paksa suamimu melanggar Allah.
Siapkan dirimu untuk menjadi Hajar yang setia terhadap tugas suami.
Siapkan dirimu untuk menjadi Maryam yang bisa menjaga kehormatannya.
Siapkan dirimu untuk menjadi Khadijah yang bisa mendampingi suami menjalankan misi. Jangan kau usik suamimu dengan rengekanmu.
Jangan kau usik dengan tangismu.
Jika itu kau lakukan, kecintaannya terhadapmu akan memaksanya menjadi pendurhaka…
jangan…

Saudaraku…
Jika engkau menjadi Bapak,
jadilah bapak yang bijak seperti Lukmanul Hakim.
Jadilah bapak yang tegas seperti Ibrahim.
Jadilah bapak yang kasih seperti Muhammad SAW.
Ajaklah anak-anakmu mengenal Allah.
Ajak mereka taat kepada Allah.
Jadikan dia sebagai Yusuf yangberbakti, jadikan dia sebagai Ismail yang taat.
Jangan kau jadikan mereka sebagai Kan'an yang durhaka.
Mohonlah kepada Allah.
Mintalah kepada Allah,
agar mereka menjadi anak yang shalih,
anak yang bisa membawa kebahagiaan.

Saudaraku…
Jika engkau menjadi ibu, jadilah engkau ibu yang bijak, ibu yang teduh.
Bimbinglah anak-anakmu dengan air susumu.
Jadikanlah mereka mujahid,
jadikanlah mereka tentara-tentara Allah.
Jangan biarkan mereka bermanja-manja,
jangan biarkan mereka bermalas-malas.
Siapkanlah mereka untuk menjadi hamba yang shalih,
hamba yang siap menegakkan Risalah Islam… Amin.

Monday, February 4, 2008

Gery cemburu

Sabtu 2 Februari 2008, pagi ketika anak-anakku mau pergi ekskul ke sekolah, terlihat Gery lagi terbengon-bengong di depan garasi rumah Pak Sukis melihat ke atas. Ternyata di atas ada kucing yang selama ini diincarnya, kucing belang tiga putih bertotol-totol kuning dan hitam, yang sedang berduaan sama kucing jantan warna kuning, yang selama ini menjadi musuh Gery.

Mas minta ku ambil Gery agar dibawa masuk ke rumah. Aku bilang "Biarin deh, nanti juga pulang". Papanya juga bilang "Kayaknya Gerynya lagi marah, kalo lagi marah gitu dia ga bakal bisa digendong" Eh..... Ade nyeletuk "Iya...kayaknya Gery cemburu ya...soalnya ceweknya berdua-duaan sama musuhnya"

Hahaha duhhh Ade ini ada-ada aja.

Berapa harga wanita abad ini?

Pagi-pagi dapet email dari milist SMAN 11 Bandung.

Miris banget memang, duhhhh jauhilah keluarga kami dari kotoran-kotoran itu Ya Alloh....

From: azhir husein [mailto:bozzz_egypt@yahoo.com]
Sent: Sunday, February 03, 2008 7:33 PM
To: sman11bdg@yahoogroups.com
Subject: [SMAN11BDG] berapa harga wanita abad ini?

Empat belas abad yang lalu
tatkala Rasul pilihan lahir dari rahim Aminah...
Harga setetes darah wanita..
lebih mulia dari langit dan isinya..

kini,
dlm peradaban yg serba absurd,
tak kenal moral tubuh wanita diobral dimana2
persis seperti tissue pengusap keringat
diobral murah
mudah didapat
mudah dibawa
kemana2
dimana2
satu dua sen saja
praktis dapat dipakai dimana2
satu dua usapan saja
lantas dibuang dalam kantong kantong sampah kehidupan...
menyatu dalam komunitas kuman dan kotoran

kini,
dlm peradaban tak kenal nurani
wanita2 itu jadi budak nafsunya sendiri
wanita2 itu membuang rasa kemanusiaannya sendiri
wanita2 tampil terlalu berani
di layar2 kaca
di majalah2
di studio foto
di jalur2 internet
di garis2 pantai
di stasiun
di pelabuhan
di mall2
di segala pusat denyut kehidupan..

wanita2 itu nekat membalut sepertiga tubuhnya dengan sutera tipis satu lapis..
dihiasi basah keringatnya.
pesonanya persis seperti gelas2 kaca dalam pesta para raja
mereka kehilangan ruh kesuciannya..
mereka telah membuang nyawa cintanya
untuk menyesal selama2nya

tiba2 puisiku bungkam,
berhenti sendiri
ia menangis bersama sepi
dalam isak tangisnya ia isakkan satu pertanyaan:
"jika dunia tak lagi menyisakan wanita wanita Rabbaniah yg setia merawat cinta dan generasi maka, berapa harga wanita abad xxi ini?"

pertanyaan ini biar para wanita yg menjawabnya sendiri.